Penerjemahan Publikasi Artikel Internasional

Semenjak ditetapkannya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor pada masa Menristek Dikti Mohamad Nasir, jumlah publikasi akademik Indonesia di jurnal-jurnal internasional melesat secara signifikan. Bahkan, pada tahun 2019, Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama publikasi terbanyak di kawasan Asia Tenggara mengalahkan Malaysia, dengan jumlah publikasi lebih dari 32.000. Kebijakan tersebut tidak lain dilatarbelakangi oleh minimnya hasil riset dari para pakar dan peneliti Indonesia yang membuat sektor industri domestik terpaku memanfaatkan inovasi dari negara lain. – Kredibilitas Layanan Penerjemahan untuk Publikasi Artikel Internasional

Terbitnya Permenristekdikti tersebut akhirnya menjadi dorongan bagi implementasi salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian. Sebab, untuk mencatatkan rekor sebagai tujuan world-class university, Indonesia perlu membuktikan kredibilitasnya melalui berbagai inovasi riset dan pengembangan. Dari kebijakan tersebut, publikasi ilmiah di jurnal internasional akhirnya dijadikan syarat untuk pemberian tunjangan dosen dan syarat kelulusan mahasiswa tingkat Magister dan Doktoral.

Bagi setiap peneliti atau pun calon peneliti, tentu bukanlah perkara yang terlalu runyam untuk mengobservasi suatu gejala, fenomena, maupun konsep penelitian yang hendak dikembangkan berdasarkan latar belakang disiplin ilmu masing-masing. Akan tetapi, para peneliti dan calon peneliti tersebut perlu menyadari beberapa tantangan lain terkait prosedur penerbitan artikel ilmiah di jurnal internasional, yaitu mulai dari tingkat reputasi jurnal, proses review, dan hingga penerjemahan konten.

Penerjemahan Publikasi Artikel Internasional

Artikel ini utamanya akan membahas ketiga hal dasar tersebut, dengan harapan untuk memudahkan pemahaman para peneliti dan calon peneliti terkait publikasi internasional.

1. Reputasi Jurnal

Jenis-jenis jurnal dibagi ke dalam empat kategori reputasi, yang disebut quartile. Terdapat empat tingkat reputasi jurnal, yaitu Q1, Q2, Q3, dan Q4. Keempat golongan tersebut dikategorikan sebagai berikut:

  • Golongan Q1 merupakan jurnal-jurnal yang menduduki tingkat perangkingan 25 persen dari seluruh kelompok jurnal terkait.
  • Golongan Q2 merupakan jurnal-jurnal yang menduduki tingkat perangkingan mulai dari 25 persen hingga 50 persen dari seluruh kelompok jurnal terkait.
  • Golongan Q3 merupakan jurnal-jurnal yang menduduki tingkat perangkingan mulai dari 50 persen hingga 75 persen dari seluruh kelompok jurnal terkait.
  • Golongan Q4 merupakan jurnal-jurnal yang menduduki tingkat perangkingan mulai dari 75 persen hingga 100 persen dari seluruh kelompok jurnal terkait.

Sebagai analogi, kita dapat memisalkan 100 jurnal terkait bidang ilmu kedokteran.  Dari 100 jurnal tersebut, terdapat 25 jurnal yang merupakan golongan teratas berdasarkan tingkat sitasi terbanyak. Kedua puluh lima jurnal tersebutlah yang kita kategorikan sebagai Q1.

Biasanya, kalangan mahasiswa tingkat Magister dan Doktoral serta para dosen menarget jurnal-jurnal dengan reputasi teratas, yaitu Q1. Dasar acuan indeks jurnal paling umum yang digunakan untuk melakukan pengecekan quartile adalah indeks Scopus. Pada langkah ini, kalangan akademisi perlu berhati-hati dalam menentukan jurnal yang akan dipilih sebagai media publikasi artikel imiah. Pasalnya, kebutuhan publikasi internasional saat ini tengah menjadi hal yang mendesak dan ramai diupayakan oleh komunitas Perguruan Tinggi. Sehingga, kondisi tersebut menimbulkan celah terciptanya jurnal-jurnal predator yang mengklaim dapat membantu penerbitan artikel ilmiah skala internasional dalam waktu yang lumayan singkat. Dengan kondisi demikian, bagaimana kita mengetahui kualitas dan kelayakan sebuah jurnal?

Penerjemahan Publikasi Artikel Internasional

Kita dapat mengarah pada laman https://www.scopus.com/sources.uri, lalu melakukan pengaturan pencarian jurnal berdasarkan indeks quartile-nya. Portal ini akan membantu kita mengetahui pengelompokan predikat jurnal selama tiga tahun terakhir.

Cara lain yang dapat ditempuh adalah melalui laman https://www.scimagojr.com/. Portal ini menampilkan indeks quartile jurnal selama 11 tahun terakhir melalui beberapa diagram. Jurnal-jurnal kategori Q1 akan ditampilkan dengan sorotan warna hijau, Q2 dengan sorotan warna kuning, Q3 dengan sorotan warna oranye, sementara Q4 dengan sorotan warna merah.

2. Prosedur Publikasi

Bagian inilah yang harus benar-benar diperhatikan oleh para peneliti sebelum mulai menulis artikel. Setiap jurnal selalu menyiapkan guidelines serta template yang dapat diunduh oleh penulis. Guidelines tersebut memuat aturan terkait konten yang harus kita sorot di dalam artikel kita serta prosedur penerbitan, di antaranya tema, tujuan penelitian, periode review, total isu per volume, dan biaya penerbitan.

Selama proses pengumpulan artikel, penulis akan memperoleh update regular melalui surat elektronik dari pihak pengelola jurnal. Update tersebut bisa berupa notifikasi progress review, revisi, pengumuman kelolosan, prosedur pembayaran, ataupun notifikasi penerbitan. Sementara itu, template merupakan file yang telah disiapkan oleh pihak pengelola jurnal sebagai media penulisan koten bagi para peneliti, dengan pengaturan beberapa pengaturan layout, seperti font, space, margin, dan column yang telah ditetapkan.

Template ini wajib digunakan oleh semua penulis yang akan menerbitkan artikelnya di jurnal tersebut. Apabila penulis tidak menggunakan template tersebut, editor jurnal akan memberikan teguran berupa peringatan atau bahkan penolakan naskah artikel yang dikirim.

Berkenaan dengan proses review, biasanya kita perlu menunggu sekitar dua hingga tiga bulan sebelum artikel yang kita kirimkan dapat diterbitkan. Pengecekan proses review ini dapat kita lakukan dengan mengunduh salah satu artikel yang diterbitkan oleh jurnal terkait. Dari artikel tersebut, kita dapat menghitung lamanya waktu yang diperlukan dari tahap received, accepted, dan published.

Proses review ini dilakukan secara random dan menurut kode etik. Untuk menjaga kredibilitas proses ini, editor akan menyembunyikan identitas penulis. Dengan demikian, reviewer hanya akan benar-benar berfokus pada konten artikel yang mereka ulas. Beberapa jurnal seperti International Journal of Instruction (IJI) bahkan menawarkan penulis sesuai kualifikasi tertentu untuk menjadi reviewer. Tawaran ini bersifat fleksibel, artinya kita dapat menerima ataupun menolaknya. Keuntungan menerima penawaran ini ialah penulis akan diapresiasi dengan sertifikat sebagai reviewer.

3. Penerjemahan Konten Artikel

Inilah bagian krusial yang harus kita pertimbangkan. Jurnal-jurnal internasional bereputasi pada umumnya memiliki kaidah penulisan yang bersifat spesifik. Artinya, selain berfokus pada konten penelitian, kita juga harus memperhatikan tata bahasa artikel yang kita produksi. Bagi peneliti yang tidak memiliki latar belakang penerjemahan, tentu hal ini dapat muncul sebagai tantangan tersendiri. Itulah pentingnya kita harus cermat dan bijak dalam memilih jasa atau layanan penerjemahan.

Tentu akan menjadi hal yang membuat malu, apabila artikel yang kita kirimkan memperoleh revisi berlebih pada aspek tata bahasa. Sekali kita salah langkah dalam memilih layanan penerjemahan artikel internasional, kita tidak hanya akan rugi secara finansial, tetapi juga dari segi waktu. Semakin lama kita berkutat pada proses penerjemahan, semakin lama artikel kita akan tertunda publikasinya. Tentu saja, beberapa dampak lain akan menyertai, seperti tertundanya presentasi artikel.

Beberapa tips memilih mitra atau jasa penerjemahan yang kredibel dapat anda lihat pada terbitan artikel sebelumnya “Kriteria Dasar Layanan Penerjemahan.”   Linguwiz dapat menjadi solusi dalam penerjemahan artikel Anda. Lembaga penerjemahan ini telah menangani berbagai proyek penerjemahan strategis dengan jaminan kualitas yang kredibel serta profesionalisme para staf penerjemah yang reliabel dan bersertifikasi. Linguwiz bekerja dengan mengedepankan prioritas customer satisfaction melalui implementasi prinsip efisiensi (sesuai rentang waktu yang ditetapkan), efektivitas (tepat berdasarkan spesifikasi kaidah kebahasaan yang disampaikan), dan komunikasi yang berkelanjutan (membangun interaksi yang kondusif bersama mitra untuk keperluan proyek-proyek di masa mendatang). Anda dapat menjangkau layanan penerjemahan Linguwiz melalui bagian contact us.

Referensi: Mondragon.edu | Ajopiaman.com | Republika.co.id

×

Hello!

Click below to chat on WhatsApp or  send us an email

× How can I help you?