Tahap Kegiatan Penerjemahan

>> Tujuh Tahap kegiatan penerjemahan dalam buku “A Survey of Translation Theory (1981)” oleh Bathgate dibagi menjadi tujuh tahapan, yaitu: Tunning, Analysis, Understanding, Terminology (Peristilahan), Restructuring (Perakitan), Checking (Pengecekan) dan Discussion (Pembicaraan). – Tahap Kegiatan Penerjemahan

Tahap Kegiatan Penerjemahan

Tunning

Tunning (penjajagan) merupakan tahap penjajagan atas teks sumber yang akan diterjemahkan. Sebelum melakukan penerjemahan, terlebih dahulu penerjemah melakukan penjajagan konteks bahasa sumber. Misalnya tema dari bahasa sumber yang akan diterjemahkan. Jika teks dari bahasa sumber termasuk dalam bidang khusus, maka langkah yang dilakukan oleh penerjemah adalah memiliki pengetahuan tematis terhadap teks bahasa sumber. Aspek lain yang perlu diperhatikan pada tahap tunning adalah istilah-istilah khusus dalam bahasa sumber. Jadi, pada tahap ini, sebelum kegiatan penerjemahan dilakukan, penerjemah menandai istilah-istilah teknik, defenisi, lalu dicari padanan dalam bahasa sasaran.

Analysis

Analysis (analisis) merupakan tahap menganalisis isi pesan bahasa sumber (BSu) secara gramatikal dan semantik (makna). Pada tahap ini, penerjemah menganalisis atau memeriksa struktur kalimat yang rumit (jika ditemukan) dan struktur kalimat bahasa sumber dipecah-pecah menjadi satu-satuan gramatikal berstruktur kalimat dasar, kata-kata dan frase dengan tujuan menangkap makna yang ada.

Tahap Kegiatan Penerjemahan

Understanding

Understanding (pemahaman) merupakan tahap pembacaan dan pemahaman teks bahasa sumber. Dalam tahap ini, seorang penerjemah harus menguraikan tiap-tiap kalimat dalam bahasa sumbernya ke dalam satuan-satuan berupa kata-kata atau frase-frase. Kemudian menentukan hubungan sintaksis antara berbagai unsur kalimat tersebut. Dalam tahap ini, metode penerjemahan yang dapat digunakan, adalah:

  1. Model Modulasi, model modulasi adalah penggunaan ungkapan-ungkapan yang berbeda dalam bahasa sasaran, namun memiliki pengertian yang sama dengan ungkapan-ungkapan dalam bahasa sumber. Model ini timbul dari kebutuhan untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang berbeda-beda dalam bahasa yang berbeda-beda.
  2. Model Generatif dalam penerjemahan adalah penggunaan pola yang berbeda dalam struktur kalimat namun dengan kesamaan makna. Model ini diperlukan karena banyaknya pola kalimat yang tidak sama antara satu bahasa dengan bahasa lainnya.
  3. Model Integral, model ini muncul dari kebutuhan akan strategi penerjemahan yang menyeluruh untuk menjamin terjaganya konsistensi dan keindahan dalam produk fase perakitan ini. Model ini terutama diperlukan bila hendak menerjemahkan teks yang canggih, seperti sajak-sajak atau puisi. Kesesuaian bentuk dan rima dalam bahasa sumber harus terjaga konsistensinya dengan yang terdapat dalam bahasa sasaran.

Terminology (Peristilahan)

Dalam tahap ini, penerjemah memikirkan pengungkapan terjemahan ke dalam bahasa sasaran. Terutama berfokus pada menemukan istilah-istilah, ungkapan-ungkapan yang tepat, cermat dan selaras dalam bahasa sasaran. Kata yang penerjemah gunakan jangan sampai menyesatkan, menertawakan atau menyinggung perasaan pengguna bahasa sasaran. Penerjemahan dalam tahap ini dilakukan dengan model penerjemahan nomenklatif. Model penerjemahan nomenklatif ini menekankan agar seorang penerjemah menggunakan istilah-istilah teknis yang sesuai dengan istilah-istilah yang digunakan dalam cabang ilmu tertentu.

Restructuring (Perakitan)

Dalam tahap ini, penerjemah menyusun kembali semua yang sudah dirancangkan, disesuaikan, dan diselaraskan dengan bahasa sasaran. Penerjemah diharapkan untuk mengikuti gaya bahasa pengarang. Dalam tahap ini, model-model penerjemahan yang digunakan antara lain:

  1. Model Modulasi, model modulasi adalah penggunaan ungkapan-ungkapan yang berbeda dalam bahasa sasaran, namun memiliki pengertian yang sama dengan ungkapan-ungkapan dalam bahasa sumber. Model ini timbul dari kebutuhan untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang berbeda-beda dalam bahasa yang berbeda-beda.
  2. Model Generatif dalam penerjemahan adalah penggunaan pola yang berbeda dalam struktur kalimat namun dengan kesamaan makna. Model ini diperlukan karena banyaknya pola kalimat yang tidak sama antara satu bahasa dengan bahasa lainnya.
  3. Model Integral, model ini muncul dari kebutuhan akan strategi penerjemahan yang menyeluruh untuk menjamin terjaganya konsistensi dan keindahan dalam produk fase perakitan ini. Model ini terutama diperlukan bila hendak menerjemahkan teks yang canggih, seperti sajak-sajak atau puisi. Kesesuaian bentuk dan rima dalam bahasa sumber harus terjaga konsistensinya dengan yang terdapat dalam bahasa sasaran.

Checking (Pengecekan)

Dalam tahap ini, penerjemah memeriksa kembali hasil terjemahan pertama dalam draft pertama. Penerjemah menandai kesalahan-kesalahan pada bagian-bagian terjemahan. Dalam mengecek terjemahan ada dua model penerjemahan yang dianjurkan, yaitu model normatif dan model pengecekan tiga tahap. Pengecekan, sesuai dengan tujuannya untuk menilai baik tidaknya terjemahan, dilakukan sesuai dengan petunjuk-petunjuk penerjemahan (normatif). Pengecekan tiga-tahap dilakukan dengan dengan menilai apakah terjemahan lurus sudah menyampaikan makna yang dimaksudkan.

Discussion (Pembicaraan)

Penerjemah mendiskusikan dengan orang lain mengenai hasil terjemahan. Baik menyangkut isi maupun menyangkut bahasa terjemahannya. Dalam hal ini, disarankan untuk tidak melibatkan terlalu banyak orang. Cukup beberapa orang yang berkompeten saja, untuk menghindari perusakan dengan terlalu banyak masukan yang membuat bingung. Tahap ini sebaiknya dilakukan dengan model interaktif. Dalam perbincangan interaktif, penerjemah dan pihak lain yang disebut sebagai penasehat yang ahli di bidang yang bersangkutan, saling bertukar informasi demi memperkecil kemungkinan adanya penyelewengan arti dalam hasil terjemahannya.

Tahap Kegiatan Penerjemahan

Edited from : https://www.researchgate.net/publication/321654210_Teori_Terjemahan

JIka anda memerlukan informasi layanan jasa kami, Silahkan hubungi kami.

×

Hello!

Click below to chat on WhatsApp or  send us an email

× How can I help you?